SenandungMomomo

Nananananana. Mari bernyanyi. Mari berkhayal. Mari tersenyum. Mari menikmati hidup yang kadang menyebalkan ini :)))

Tuhan bersama orang-orang yang di-putus-in sama mantannya setelah sekian lama ilang komunikasi, tanpa mengerti kenapa dan ada apa.

—Montisa Mariana. Yap. Ini curcol.

Karena hanya bersama kamu, segalanya terasa dekat, segala sesuatunya ada, segala sesuatunya benar, dan Bumi hanyalah sebutir debu di bawah telapak kaki kita.

—Perahu kertas, Dewi Lestari

Masih inget mantan? Ah, kamu bukannya belum bisa move on.. Kamu belum ikhlas kan? :)

—Ryan, disebuah kedai nasi goreng.

Kenangan itu kaya bayangan. Selalu mengikuti kemana kita pergi. Dan aku selalu menjadi siang. Dimana kamu, tidak pernah bisa hilang. Selalu setia mengikuti. Dibelakang.

—Montisa Mariana

Let’s go back to the beginning, when we were just two strangers. Don’t know each other. And stop there.

— Rahne Putri (via sadgenic)

(Source: sadgenic)

Sekuat apapun kamu berusaha, sekeras apapun kamu menjaga, ternyata ada hal-hal yang (memang) berada di luar kuasa kamu. Terima. Terima. Terima.

—Montisa Mariana

Kamu ga akan mati hanya karena ada beberapa orang yang pergi dari kehidupan kamu. Simplenya, mereka ga cukup baik, untuk tetap berada disana. Ga usa cengeng. Biarkan mereka pergi, dan temukan kebahagianmu sendiri.

—Montisa Mariana

Mungkin memang bukan kamu. Tidak ada banyak pertimbangan, tidak ada banyak alasan. Hanya aku dan hatiku yang merasa, bahwa bukan kamu akhirku. Hanya itu, tak ada yang lain.

—Seseorang

Ga mau kecewa? Ga usah berharap. Ekspektasi itu membunuh kita perlahan, tanpa kita sadari.

—Montisa Mariana

Perasaan paling menyesakkan adalah, ketika kamu berpikir bahwa kamu tidak layak. Tidak layak bersama orang yang kamu cintai. Tidak layak untuk merasa bahagia.

—Montisa Mariana